Keroncong Sidoarjo Menjawab Kegelisahan Nasional

Dipublikasikan pada: 14 May 2026

Keroncong Sidoarjo Menjawab Kegelisahan Nasional
Siapa bilang musik keroncong itu musik yang semakin langka dan rawan punah. Silakan Anda lihat Sidoarjo. Di Sidoarjo musik keroncong sangat aktif dan banyak komunitasnya. Mereka berlatih rutin di Dekesda (Dewan Kesenian Sidoarjo), Jl. Erlangga No. 67, Sidoarjo. Kelompok-kelompok tersebut juga menggelar acara di pelbagai tempat strategis

Teguh Santoso musisi keroncong Sidoarjo juga pengurus Dekesda mengatakan "Keroncong yang latihan di Dekesda ada bayak antara lain: OK. Kopi Rojo latihan 2 Minggu sekali, OK. Gita Nirmala 1 bulan sekali, OK. Syahdana tentatif Kamis, dan OK. New Anggrek 5 Jari latihan tentatif hari Rabu" ia menambahkan "Selain itu merelka juga eksis mengisi pentas-pentas keroncong di kafe-kafe, juga di car feeday."

Terbaru, kegiatan musik keroncong yang digelar oleh Orkes Keroncong Kopi Rojo di Panggung Dardanella Dekesda. Helatan ini berlangsung meriah dan penuh kehangatan. Acara ini menjadi wadah silaturahmi bagi para pecinta musik keroncong sekaligus upaya pelestarian dan pengembangan seni musik tradisional di tengah arus modernisasi.

Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai penampilan dari grup dan komunitas keroncong, baik dari dalam maupun luar daerah. Alunan musik yang khas dengan perpaduan instrumen tradisional dan modern menciptakan suasana yang hangat, sekaligus membangkitkan rasa nostalgia bagi para penonton yang hadir.

Rangkaian acara diisi dengan beragam penampilan, mulai dari lagu-lagu keroncong klasik hingga aransemen yang lebih modern. Para musisi tampil dengan penuh penghayatan, menunjukkan bahwa musik keroncong tetap memiliki tempat di hati masyarakat dan mampu berkembang mengikuti zaman.

Di sini Teguh Santoso, berperan sepbagai ketua acara menyampaikan “Kegiatan ini memiliki tujuan utama untuk mempererat hubungan antar komunitas keroncong, khususnya di wilayah Sidoarjo. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang pertemuan bagi para pecinta keroncong dari berbagai daerah.”

“Tujuan acara ini salah satunya untuk mengeratkan silaturahmi dan memperkuat komunitas keroncong, khususnya di Sidoarjo. Banyak yang datang dari luar Sidoarjo untuk menghadiri acara ini. Kami juga berterima kasih kepada pihak yang telah bersedia memfasilitasi terselenggaranya kegiatan ini,” ujarnya.

Dalam pengembangan musik keroncong ini, ternyata juga ada keterlibatan mahasiswa Umsida (Universitas Muhammadiyah Sidoarjo) yang sedang melakukan abdimas (pengabdian masyarakat). Arry salah satu tim abdimas umsida mengatakan “Kami di sini turut serta dalam dokumentasi kegiatan serta pengelolaan publikasi media sosial sebagai upaya promosi dan penyebarluasan informasi acara. Melalui kegiatan ini, diharapkan musik keroncong dapat terus lestari dan semakin diminati oleh generasi muda. Selain sebagai hiburan, kegiatan ini juga menjadi ruang apresiasi, kolaborasi, serta penguatan identitas budaya lokal di tengah perkembangan zaman.”

Selain kolempok keroncong yang ada di atas di Sidoarjo terdapat juga kelompok OK Riang Gembira yang sangat banyak mendapatkan penghargaan. Agustus tahun lalu komunitas Simponi Nada Keroncong (Sinkron) bersama Dekesda membuat event keroncong nasional, dengan menghadirkan para kelompok keroncong anak-anak sampai senior dari berbagai daerah, maestro Waljinah juga hadir di pentas megah di Handayani Kahuripan Sidoarjo waktu itu.
Kembali ke Daftar Berita